Work
Perancangan Hospital Management System untuk Operasional Rumah Sakit
Menerjemahkan proses layanan rumah sakit yang kompleks menjadi kebutuhan sistem, mockup, spesifikasi teknis, dan skenario pengujian.
A real problem. A solution built to run.
Every project starts with a real need that must be understood, simplified, and translated into a solution people can actually use.
Healthcare & Hospital OperationsOperasional rumah sakit melibatkan banyak pengguna, data, dan proses layanan yang saling terhubung.
Sebelum dikembangkan, setiap kebutuhan perlu dipetakan agar fungsi sistem dapat mengikuti alur kerja organisasi.
Peran saya: Business & System Analyst. Fokusnya adalah menghubungkan kebutuhan project dengan analisis, dokumentasi, koordinasi, dan implementasi yang dapat dijalankan.
Not a pile of features. One connected system.
Scope is shaped as a connected workflow, so the system works as one coherent experience rather than a collection of isolated features.
Konteks & Tujuan Project
Memahami latar belakang, pengguna, dan kebutuhan utama yang menjadi dasar pengembangan sistem.
- Operasional rumah sakit melibatkan banyak pengguna, data, dan proses layanan yang saling terhubung.
- Sebelum dikembangkan, setiap kebutuhan perlu dipetakan agar fungsi sistem dapat mengikuti alur kerja organisasi.
Kontribusi dan Tanggung Jawab
Ruang lingkup pekerjaan yang saya tangani langsung selama project berjalan.
- Melakukan pembahasan kebutuhan bersama client dan stakeholder.
- Memetakan proses bisnis serta kebutuhan pengguna.
- Menyusun BRD, FSD, dan TSD sebagai acuan pengembangan.
- Membuat mockup, test case, dan user manual.
Output, Dokumen & Implementasi
Hasil kerja yang menjadi acuan komunikasi, pengembangan, pengujian, atau operasional sistem.
- Dokumen kebutuhan bisnis dan fungsional.
- Spesifikasi teknis sistem.
- Mockup aplikasi.
- Test case dan panduan penggunaan.
The value is in what changes after the system is used.
- Kompleksitas proses lebih mudah dipahami
Alur rumah sakit diterjemahkan menjadi dokumentasi yang lebih terstruktur.
- Komunikasi lintas tim lebih efektif
Stakeholder dan developer memiliki acuan yang sama.
- Implementasi lebih terukur
Mockup dan test case membantu validasi sebelum sistem digunakan.