Work
Digitalisasi Pendanaan UMKM Sektor Kelautan dan Perikanan
Merancang kebutuhan bisnis dan arsitektur aplikasi pendanaan UMKM untuk mendukung pengelolaan program pembiayaan sektor kelautan dan perikanan.
A real problem. A solution built to run.
Every project starts with a real need that must be understood, simplified, and translated into a solution people can actually use.
Government, UMKM, Marine & FisheriesProject berfokus pada digitalisasi pengelolaan pendanaan bagi pelaku UMKM pada sektor kelautan dan perikanan.
Saya menerjemahkan kebutuhan program, aktor, data, dan tahapan pengelolaan ke dalam requirement serta rancangan arsitektur yang dapat digunakan sebagai fondasi pengembangan.
Peran saya: Senior Business & System Analyst—menerjemahkan program pemerintah menjadi proses aplikasi yang lebih jelas, tertata, dan mudah ditelusuri.
Not a pile of features. One connected system.
Scope is shaped as a connected workflow, so the system works as one coherent experience rather than a collection of isolated features.
Konteks & Tujuan Project
- Mendukung digitalisasi program pendanaan UMKM sektor kelautan dan perikanan.
- Menyatukan kebutuhan pendataan, pengajuan, pemeriksaan, evaluasi, dan pemantauan status.
- Menyediakan rancangan yang dapat dipahami stakeholder dan tim pengembang.
Kontribusi dan Tanggung Jawab
- Melakukan meeting dan penggalian kebutuhan bersama client.
- Memetakan aktor, data, aturan, dan tahapan proses pendanaan.
- Menyusun Business Requirement Document.
- Merancang software architecture design.
- Menyusun manual penggunaan sebagai pendukung operasional.
Alur Fungsional yang Dirancang
- Registrasi atau pendataan UMKM.
- Pengajuan pendanaan.
- Pemeriksaan persyaratan.
- Verifikasi dan evaluasi data.
- Penetapan atau persetujuan.
- Pemantauan status pendanaan.
Alur ini merupakan penyajian fungsional untuk portfolio dan tidak membuka detail kebijakan internal.
Output Utama
- Business Requirement Document.
- Rancangan arsitektur perangkat lunak.
- Rancangan alur aplikasi.
- Manual penggunaan.
The value is in what changes after the system is used.
- Program lebih mudah diterjemahkan ke sistem
Aturan, pengguna, data, dan tahapan pengelolaan dipetakan menjadi kebutuhan aplikasi.
- Proses pengajuan lebih jelas
Alur dari pendataan hingga pemantauan status memiliki struktur yang dapat ditinjau bersama.
- Pengembangan memiliki fondasi
BRD dan arsitektur mengurangi ketergantungan pada asumsi selama implementasi.
- Operasional lebih siap diadopsi
Manual membantu pengguna memahami proses dan penggunaan aplikasi.