Ferry Ferdana Work
Digitalisasi Pendanaan UMKM Sektor Kelautan dan Perikanan
Back to portfolio
Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

Digitalisasi Pendanaan UMKM Sektor Kelautan dan Perikanan

Merancang kebutuhan bisnis dan arsitektur aplikasi pendanaan UMKM untuk mendukung pengelolaan program pembiayaan sektor kelautan dan perikanan.

ClientKementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia
RoleSenior Business & System Analyst · Lead Developer
PeriodMay 2020 — Jul 2020
TypeUMKM Funding Management System
OVERVIEW

A real problem. A solution built to run.

Every project starts with a real need that must be understood, simplified, and translated into a solution people can actually use.

Digitalisasi Pendanaan UMKM Sektor Kelautan dan PerikananGovernment, UMKM, Marine & Fisheries

Project berfokus pada digitalisasi pengelolaan pendanaan bagi pelaku UMKM pada sektor kelautan dan perikanan.

Saya menerjemahkan kebutuhan program, aktor, data, dan tahapan pengelolaan ke dalam requirement serta rancangan arsitektur yang dapat digunakan sebagai fondasi pengembangan.

Peran saya: Senior Business & System Analyst—menerjemahkan program pemerintah menjadi proses aplikasi yang lebih jelas, tertata, dan mudah ditelusuri.
UMKM FundingKKPGovernment SystemBusiness AnalysisSoftware ArchitectureBRDUser Manual
SYSTEM / SCOPE

Not a pile of features. One connected system.

Scope is shaped as a connected workflow, so the system works as one coherent experience rather than a collection of isolated features.

Konteks & Tujuan Project
  • Mendukung digitalisasi program pendanaan UMKM sektor kelautan dan perikanan.
  • Menyatukan kebutuhan pendataan, pengajuan, pemeriksaan, evaluasi, dan pemantauan status.
  • Menyediakan rancangan yang dapat dipahami stakeholder dan tim pengembang.
Kontribusi dan Tanggung Jawab
  • Melakukan meeting dan penggalian kebutuhan bersama client.
  • Memetakan aktor, data, aturan, dan tahapan proses pendanaan.
  • Menyusun Business Requirement Document.
  • Merancang software architecture design.
  • Menyusun manual penggunaan sebagai pendukung operasional.
Alur Fungsional yang Dirancang
  1. Registrasi atau pendataan UMKM.
  2. Pengajuan pendanaan.
  3. Pemeriksaan persyaratan.
  4. Verifikasi dan evaluasi data.
  5. Penetapan atau persetujuan.
  6. Pemantauan status pendanaan.

Alur ini merupakan penyajian fungsional untuk portfolio dan tidak membuka detail kebijakan internal.

Output Utama
  • Business Requirement Document.
  • Rancangan arsitektur perangkat lunak.
  • Rancangan alur aplikasi.
  • Manual penggunaan.
IMPACT / VALUE

The value is in what changes after the system is used.

FROMcomplex processesTOclearer operations
  • Program lebih mudah diterjemahkan ke sistem

    Aturan, pengguna, data, dan tahapan pengelolaan dipetakan menjadi kebutuhan aplikasi.

  • Proses pengajuan lebih jelas

    Alur dari pendataan hingga pemantauan status memiliki struktur yang dapat ditinjau bersama.

  • Pengembangan memiliki fondasi

    BRD dan arsitektur mengurangi ketergantungan pada asumsi selama implementasi.

  • Operasional lebih siap diadopsi

    Manual membantu pengguna memahami proses dan penggunaan aplikasi.

NEXT STEP

Facing a similar problem? We can start with the process.