Work
Digitalisasi Rantai Pasok Kedelai untuk Ekosistem Koperasi
Merancang kebutuhan bisnis dan spesifikasi sistem untuk mendigitalisasi pengelolaan rantai pasok kedelai dalam ekosistem koperasi.
A real problem. A solution built to run.
Every project starts with a real need that must be understood, simplified, and translated into a solution people can actually use.
Koperasi, Supply Chain & Public SectorRantai pasok kedelai melibatkan aktor, alur distribusi, pencatatan, dan kebutuhan koordinasi yang perlu diterjemahkan menjadi sistem.
Project menjadi salah satu pekerjaan terakhir saya pada periode PT Arnawa Teknologi Informasi.
Peran saya: Business & System Analyst. Fokusnya adalah menghubungkan kebutuhan project dengan analisis, dokumentasi, koordinasi, dan implementasi yang dapat dijalankan.
Not a pile of features. One connected system.
Scope is shaped as a connected workflow, so the system works as one coherent experience rather than a collection of isolated features.
Konteks & Tujuan Project
Memahami latar belakang, pengguna, dan kebutuhan utama yang menjadi dasar pengembangan sistem.
- Rantai pasok kedelai melibatkan aktor, alur distribusi, pencatatan, dan kebutuhan koordinasi yang perlu diterjemahkan menjadi sistem.
- Project menjadi salah satu pekerjaan terakhir saya pada periode PT Arnawa Teknologi Informasi.
Kontribusi dan Tanggung Jawab
Ruang lingkup pekerjaan yang saya tangani langsung selama project berjalan.
- Melakukan meeting kebutuhan bersama client.
- Menggali dan menyusun kebutuhan bisnis.
- Menyusun BRD, FSD, dan TSD.
- Membuat mockup, user manual, dan test case.
Output, Dokumen & Implementasi
Hasil kerja yang menjadi acuan komunikasi, pengembangan, pengujian, atau operasional sistem.
- Business Requirement Document.
- Functional dan Technical Specification.
- Mockup aplikasi supply chain.
- Test case serta panduan penggunaan.
The value is in what changes after the system is used.
- Proses rantai pasok lebih mudah dipetakan
Aktor dan alur distribusi diterjemahkan menjadi requirement sistem.
- Kebutuhan stakeholder lebih terdokumentasi
Diskusi client menghasilkan acuan yang dapat digunakan tim teknis.
- Pengembangan lebih siap dimulai
Dokumen, mockup, dan test case memberikan fondasi implementasi.