Ferry Ferdana Work
Perancangan Integrated Core System untuk Lembaga Penjamin Simpanan
Back to portfolio
Lembaga Penjamin Simpanan

Perancangan Integrated Core System untuk Lembaga Penjamin Simpanan

Merancang kebutuhan bisnis dan fondasi arsitektur Integrated Core System LPS agar proses, data, dan kebutuhan operasional dapat diterjemahkan menjadi sistem yang terstruktur dan siap dikembangkan.

ClientLembaga Penjamin Simpanan
RoleSenior Business & System Analyst · Lead Developer
PeriodNov 2019 — Jan 2020
TypeIntegrated Core System
OVERVIEW

A real problem. A solution built to run.

Every project starts with a real need that must be understood, simplified, and translated into a solution people can actually use.

Perancangan Integrated Core System untuk Lembaga Penjamin SimpananFinancial Institution, Government & Enterprise System

Integrated Core System dirancang untuk menyatukan kebutuhan institusi, alur kerja, pengguna, dan data ke dalam fondasi sistem yang terarah.

Saya berdiskusi langsung dengan stakeholder untuk memahami kebutuhan operasional dan menerjemahkannya menjadi rancangan yang dapat dipahami oleh pihak bisnis, project manager, architect, dan developer.

Peran saya: Senior Business & System Analyst—mengubah kebutuhan institusi yang kompleks menjadi requirement, arsitektur, dan acuan implementasi yang jelas.
Core SystemLPSBusiness AnalysisSoftware ArchitectureBRDTOREnterprise System
SYSTEM / SCOPE

Not a pile of features. One connected system.

Scope is shaped as a connected workflow, so the system works as one coherent experience rather than a collection of isolated features.

Konteks & Tujuan Project

Fase perancangan membutuhkan kesepahaman mengenai proses, pengguna, data, ruang lingkup, dan sumber daya sebelum implementasi dimulai.

  • Mengidentifikasi kebutuhan utama institusi dan hubungan antarproses.
  • Menyusun fondasi rancangan agar pengembangan tidak berjalan berdasarkan asumsi.
  • Menyelaraskan bahasa stakeholder bisnis dengan kebutuhan teknis tim pengembang.
Kontribusi dan Tanggung Jawab
  • Melakukan requirement gathering dan meeting kebutuhan bersama client.
  • Memetakan proses bisnis, aktor, data, serta kebutuhan integrasi.
  • Menyusun Business Requirement Document sebagai acuan ruang lingkup dan fungsi.
  • Merancang software architecture design untuk menggambarkan struktur solusi.
  • Menyusun Term of Reference dan manual penggunaan.
Output Utama
  • Business Requirement Document.
  • Rancangan arsitektur perangkat lunak.
  • Term of Reference.
  • Manual penggunaan.
  • Fondasi komunikasi dan implementasi lintas tim.
IMPACT / VALUE

The value is in what changes after the system is used.

FROMcomplex processesTOclearer operations
  • Kebutuhan institusi lebih terstruktur

    Proses, pengguna, data, dan ruang lingkup dirangkum menjadi acuan yang dapat ditinjau bersama.

  • Arsitektur memberi arah implementasi

    Tim teknis memiliki gambaran hubungan komponen sebelum pengembangan dimulai.

  • Risiko salah pemahaman berkurang

    BRD, TOR, dan manual membantu menjaga konsistensi antara kebutuhan dan hasil implementasi.

  • Keputusan project lebih akuntabel

    Stakeholder memiliki dokumentasi yang jelas untuk menilai ruang lingkup dan kesiapan pengembangan.

NEXT STEP

Facing a similar problem? We can start with the process.